+628118702088 pusatkursi@gmail.com

Yuk belajar sejarah kursi!

Pengen tau sejarah kursi itu bagaimana? Kursi memang banyak kita ketahui memiliki suatu nilai uang sangat besar dan juga selain itu juga dilihat dari fungsinya sebagai tempat untuk duduk. Sebenarnya kursi dapat menjadi sebuah presentasi kedudukan seseorang pada sebuah kelompok tertentu. Dan juga tinggi atau rendahnya seseorang itu dapat dilihat dari kursi yang dipakainya. Jadi kursi yang dapat memperlihatkan derajat seseorang bisa dilihat dari bahan, hiasan, dan juga bentuk yang mana semakin baik dan bagus kursi tersebut akan semakin menunjukkan derajat orang itu, bahkan dari situlah biasa kita jumpai bahwa kata kursi menjadi sebuah simbol kekuasan seperti kursi kepresidenan dan lain sebagainya.

Kursi pada masa atau zaman Mesir kuno ( 3100 – 1070 SM ), sangat sekali dikaitkan dengan kekuasaan pada keluarga kerajaan. Maka dari itu pada zaman ini kursi hanya bisa dimiliki oleh keluarga bangsawan dan keluarga yang dekat dengan keluarga kerajaan, bahkan sampai masyarakat biasa tidak boleh menggunakan kursi di rumah mereka sendiri karena memang saat itu kursi di zaman Mesir kuni terbuat dari bahan yang sangat mewah seperti gading, kayu berlapis emas dan juga kayu hitam. Dan juga ukiran – ukiran yang terdapat di kursi tersebut memiliki perbedaan antara milik kerajaan dan keluarga bangsawan.

Hampir sama seperti pada masa Mesir kuno, pada saat Yunani kuno ( 1100 – 1400 SM ), kursi sangatlah menentukan derajat sosial pemiliknya dan juga hanya keluarga kerajaanlah yang hanya diperbolehkan untuk memakainya. Dan juga duku bangsa Yunani kuno juga pernah membuat sebuah inovasi tentang kursi yaitu membuat kursi yang diberi nama Klysmos, kursi ini memiliki bentuk yang terlihat sangat indah karena memiliki dudukan kursi yang melengkung dan juga kursi ini tidak memiliki sandaran tangan sehingga bentuknya menjadi sangat unik dan khas. Pada zaman Yunani kuno ini biasanya kursi dibuat dari bahan kayu yang bagus setelah itu dilapisi oleh emas dan ditambah dengan perhiasan – perhiasan maka dari itulah semakin banyak perhiasan dan emas yang dipakai di kursi ini maka semakin tinggi juga derajat pemilik kursi tersebut.

Nah setelah itu pada zaman Romawi kuno ( 700 – 400 SM ), pada zaman ini kursi lebih banyak terbuat dari bahan dasar perak dan perunggu. Walaupun pada zaman ini lebih banyak meniru dari gaya Yunani kuno tapi perbedaannya adalah kursi Romawi kuno lebih berat dan besar serta kursi Romawo kuno sudah diberi bantalan untuk duduk yang membuat si pemilik kursi akan lebih nyaman ketika akan duduk. Bangsa Romawi kuno ini juga sudah berhasil membuat sebuah kursi yang bernama Curule. Kursi Curule ini biasanya digunakan oleh para pejabat kerajaan dan juga kursi ini memang sengaja dibuat dengan cara menyilangkan kaki kursi sehingga menghasilkan bentuk X. Kursi Curule ini biasanya terbuat dari penggabungan kayu dengan gading atau besi.

Pada beberapa negara Asia seperti India, Tiongkok dan Jepang pada abad sekitar 2 SM sudah bisa menghasilkan sebuah perabot yang bernilai seni sangat tinggi. Bahkan para pengrajin Tiongkok sudah berhasil membuat sebuah kursi yang disambung tanpa menggunakan pasak ataupun paku bahkan juga sama sekali tidak menggunakan lem. Dan juga kursi – kursi tersebut dibuat dengan cara diberikan ukiran – ukiran yang sangat indah dan memiliki nilai yang tinggi. Di Asia secara umum kursi bisa digunakan oleh siapapun hanya saja bahan, bentuk dan juga ukirannya yang akan membedakan tingkat sosial pemilik kursi tersebut. Semoga informasi sejarah kursi ini bermanfaat untuk Anda. Salam sukses selalu!